Monday, 5 January 2015

P3RINGAT4N MENJAGA KESOM8ONGAN DIRI

Peringatan untuk AKU, manusia dan jin yang menduduki bumi Allah swt...

Surah 13. Ar-R’ad, Ayat 5
Dan jika engkau merasa hairan (wahai Muhammad), maka sungguh menghairankan perkataan mereka yang kafir itu (yang mengatakan): Adakah apabila kami telah menjadi tanah betulkah kami pula akan hidup semula dalam bentuk kejadian yang baru? Mereka itulah orang-orang yang kufur ingkar kepada Tuhan mereka dan merekalah yang dibelenggu dengan belenggu-belenggu pada leher mereka dan merekalah juga ahli Neraka, mereka kekal di dalamnya.

[KETETAPAN, PERINGATAN, ANCAMAN] 
[BUMI]



Surah 34. Saba’, Ayat 33
Dan berkata pula orang-orang yang tertindas kepada orang-orang yang sombong takbur itu: Tidak! Bahkan (yang menghalang kami daripada beriman ialah) perbuatan kamu memperdaya kami malam dan siang, ketika kamu menyuruh kami berlaku kufur kepada Allah dan mengadakan sekutu-sekutu bagiNya. Akhirnya masing-masing diam sambil memendamkan perasaan sesal dan kecewa semasa mereka melihat azab dan Kami pasangkan belenggu-belenggu pada leher orang-orang yang kafir itu. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang mereka telah kerjakan.

[PERINGATAN, ANCAMAN, AKAL] 
[PERINGATANPERINGATAN, SAKSI]



Surah 14. Ibrahim, Ayat 49
Dan engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada ketika itu diberkas dengan belenggu.

[KETETAPAN, ANCAMAN, BUMI] 
[ANCAMAN, JANJI, KETETAPAN, PERINGATAN, ANCAMAN]



Surah 76. Al-Insan, Ayat 4
(Dalam pada itu), sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi sesiapa yang berlaku kufur (atau menderhaka): Beberapa rantai dan belenggu serta Neraka yang menjulang-julang

[AKAL, SAKSI, KETETAPAN, PERINGATAN, ANCAMAN] 
[ANCAMAN]




Surah 73. Al-Muzammil, Ayat 12
Kerana sesungguhnya di sisi Kami disediakan (untuk mereka) belenggu-belenggu dan Neraka yang menjulang-julang,

[AKAL, PERINGATAN, PENYAMPAIAN, KETETAPAN] 
[KETETAPAN, KUASA, PERINGATAN]



Surah 36. Yaasin, Ayat 8
Sesungguhnya Kami jadikan (kesombongan dan keengganan mereka tunduk kepada kebenaran sebagai) belenggu yang memberkas kedua tangan mereka ke batang leher mereka; (lebarnya belenggu itu) sampai (menongkatkan) dagu mereka lalu menjadilah mereka terdongak.

[PERINGATAN, SAKSI, JANJI] 
[SOMBONG]



Surah 69. Haaqqah, Ayat 30
(Lalu diperintahkan malaikat penjaga Neraka): Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia,

[SAKSI, JANJI, KETETAPAN, BUMI, SAKSI] 
[PERINGATAN, PENYAMPAI]



Surah 38. Sad, Ayat 38
Dan Jin-jin Syaitan yang lain dipasung dalam rantai-rantai belenggu.

[PERINGATAN, ANGKUH, KETETAPAN, KUASA] 
[PERINGATAN, ANGKUH, KETETAPAN, KUASA]



Surah 40. Ghaffir, Ayat 71
Ketika belenggu dan rantai dipasung di leher mereka, sambil mereka, diseret.

[ANCAMAN, PENYAMPAIAN] 
[AKAL, KETETAPAN, ANGKUH]



Surah 89. Al-Fajr, Ayat 26
Dan tiada sesiapapun yang dapat mengikat serta membelenggu seperti ikatan dan belengguNya.

[ANGKUH, JANJI, KETETAPAN, AKAL, ANGKUH] 
[KUASA, SAKSI, ANGKUH]


Surah 17. Al-Israa', Ayat 29
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu, dan janganlah pula engkau menghulurkannya dengan sehabis-habisnya, kerana akibatnya akan tinggalah engkau dengan keadaan yang tercela serta kering keputusan.

[KETETAPAN, AKAL, ANGKUH] 
[KUASA, JANJI, KETETAPAN, KUASA]

Wallahua'lam.




Tuesday, 30 December 2014

DOA SEORANG HAMBA..

Bismillahirrahmanirrahimm..

Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..

Hamba Mu ini bersyukur diatas segala Nikmat dan Rahmat yang telah Engkau kurniakan.

Maha Suci Engkau...Ampunkan segala dosa-dosa kedua ibubapa ku dan rahmatilah mereka sepertimana mereka memeliharaku dengan penuh kasih sayang dan mendidik ku dari kecil...Ya, Allah..Permudahkanlah segala urusan kedua ibubapa ku..

Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..

Ampunkanlah segala dosa-dosa isteriku dan zuriat-zuriatku...Ya, Allah..Jadikanlah aku dan kaum kerabatku orang-orang yang taat mendirikan solat dan mencintai sedekah hanya kerana Mu..

Maha Suci Engkau... Tambahilah ilmu ku dalam menuju takwa kepada Mu..Ya, Allah Sesungguhnya hamba Mu ini amat lemah dan bodoh disisi Mu..

Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..

Selamatkanlah saudara-saudara ku yang dizalimi di Palestin, Filipina, Pattani dan Rohingnya...Selamatkanlah umat Islam yang ditimpa bencana dimana jua mereka berada....Ya, Allah..permudahkanlah segala urusan bantuan kepada mereka...Ya, Allah..Kurniakanlah kekuatan, ketabahan dan kesabaran kepada para mujahidin yang berjuang diatas jalan Mu..

Ya, Allah...Tidak ada Tuhan yang sebenarnya disembah melainkan Engkau..Ya, Allah... Maha Suci Engkau...Sesungguhnya kami adalah dari orang yang membuat zalim...

Ampunkanlah segala dosa-dosa orang-orang mukmin lelaki dan wanita samaada yang hidup atau pun yang telah mati dan kurniakanlah rahmat Mu kepada orang-orang yang menginfakkan hartanya ke jalan Mu..

Maha Suci Engkau yang Maha Mengetahui lagi Maha Teliti..Hanya kepada Mu kami berserah diri...permudahkanlah perjalanan hidup kami diatas dunia yang sementara ini....Ya, Allah..Sesungguhnya kepada Mu jua kami akan dikembalikan.

Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..

Ampunkanlah segala dosa-dosa hamba Mu ini..
Ya, Allah..Ampunkanlah dosa-dosa riba dan zina hamba Mu ini....Ya, Allah..Ampunkanlah segala dosa-dosa besar yang ku ketahui dan yang tidak ku ketahui.

Maha Suci Engkau yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani hamba-hambaNya.


Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..

Matikanlah aku dalam keadaan beriman kepada Mu..
Ya, Allah..Matikanlah aku dalam keadaan beriman kepada Mu..
Ya, Allah..Matikanlah aku dalam keadaan beriman kepada Mu..

Ya, Allah..Peliharalah diriku ini dari siksaan kubur dan azab api neraka Mu..
Ya, Allah..Peliharalah hatiku ini dari rasa sombong dan takbur
Ya, Allah..Peliharalah hatiku ini dari sifat cuai dan lalai dalam ibadah
Ya, Allah...Peliharalah hatiku ini dari rasa malas dan berputus asa dalam ibadah
Ya, Allah..Peliharalah lidahku ini dari berkata dusta.
Ya, Allah..Jauhkanlah diriku dari akhlak yang buruk dan jalan-jalan maksiat

Maha Suci Engkau..Tempatkanlah aku ditempat yang Engkau berkahi, sesungguhnya Engkau lah sebaik-baik pemberi tempat.

Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..

Terimalah ibadah ku ini dan makbulkan lah doa-doa ku ini..

Maha Suci Engkau..Hanya kepada Mu hamba Mu ini memohon pertolongan dan hanya kepada Mu jua hamba Mu ini memohon perlindungan.

Ya, Allah
Ya, Rahman
Ya, Rahimm..


Monday, 29 December 2014

ZIKIR SELEPAS SOLAT

TERTIB DAN TERATUR.. 

ALLAHUMMA ANTAS SALAM,
WAMINKAS SALAM,
WA ILAIKA YA 'UUDUS SALAM,
FAHAYYINA RABBANA BIS SALAM,
WA AD-KHILJAN-NATADARAS-SALAM,
TABAA RAKTA RABBANA WA TA 'ALAITA YA DZAL JALAALI WAL IKRAM

Ertinya:
Ya Allah Engkaulah yg Maha Sejahtera,
dan diriMu kesejahteraan,
dan kepadaMu kembalinya kesejahteraan,
maka hidupkanlah kami ya Tuhan dengan kesejahteraan,
dan masukkanlah kami ke dalam syurga negeri kesejahteraan,
engkau telah memberkati ya Tuhan,
dan Engkau telah memuliai wahai yg Maha Agung dan yg Maha Mulia.

Bertasbih
SUBHANALLAH (33 x) 
Ertinya: Maha Suci Allah 


Bertahmid
ALHAMDULILLAH  (33 x)
Ertinya: Segala Puji Bagi Allah 


Bertakbir
ALLAHUAKBAR (33 x)
Ertinya: Allah Maha Besar 


Lailaha Illah Wahdahula Syarikalahu Walahulhamduyuhyi Wayumitu Wahuwa Ala Kulli Syaiin Qadirrr..



Sunday, 30 November 2014

Dalil dan Nas Waktu-waktu Solat.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam Al-Quran sesungguhnya sudah ada sekilas tentang penjelasan waktu-waktu solat fardhu, meski tidak terlalu jelas diskripsinya. Namun paling tidak ada tiga ayat di dalam Al-Quran yang membicarakan waktu-waktu solat secara global.

Ayat Pertama:




Menurut para mufassriin, di ayat ini disebutkan waktu solat, yaitu kedua tepi siang, yaitu solat shubuh dan ashar. Dan pada bahagian permulaan malam, yaitu Maghrib dan Isya`.

Ayat kedua




Menurut para mufassrin, di dalam ayat ini disebutkan waktu solat yaitu sesudah matahari tergelincir, aitu solat Zhuhur dan Ashar. Sedangkan gelap malam adalah solat Maghirb dan Isya` dan Qur`anal fajri yaitu solat subuh.

Waktu-waktu Solat Fardhu di Dalam Al-Hadits

Sedangkan bila ingin secara lebih spesifik mengetahui dalil tentang waktu-waktu solat, kita boleh merujuk kepada hadits-hadits Rasululah SAW yang sahih dan qath`i. Tidak kalah qath`inya dengan dalil-dalil dari Al-Quran Al-Karim. Di antaranya adalah hadits-hadits berikut ini:

Dari Jabir bin Abdullah ra. bahawa Nabi SAW didatangi oleh Jibril as dan berkata kepadanya, “Bangunlah dan lakukan solat.” Maka beliau melakukan solat Zhuhur ketika matahari tergelincir. Kemudian waktu Ashar menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan solat.” Maka beliau SAW melakukan solat Ashar ketika panjang bayangan segala benda sama dengan panjang benda itu. Kemudian waktu Maghrib menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan solat.” Maka beliau SAW melakukan solat Maghrib ketika matahari terbenam. Kemudian waktu Isya` menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan solat.” Maka beliau SAW melakukan solat Isya` ketika syafaq (mega merah) menghilang. Kemudian waktu Shubuh menjelang dan Jibril berkata, “Bangun dan lakukan solat.” Maka beliau SAW melakukan solat Shubuh ketika waktu fajar merekah/ menjelang. (HR Ahmad, Nasai dan Tirmizy. )

Di dalam Nailul Authar disebutkan bahawa Al-Bukhari mengatakan bahawa hadits ini adalah hadits yang paling shahih tentang waktu-waktu solat.

Selain itu ada hadits lainnya yang juga menjelaskan tentang waktu-waktu solat. Salah satunya adalah hadits berikut ini:

Dari `Uqbah bin Amir ra bahawa Nabi SAW bersabda, “Ummatku selalu berada dalam kebaikan atau dalam fitrah selama tidak terlambat melakukan solat Maghrib, yaitu sampai muncul bintang.“(HR Ahmad, Abu Daud dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak.)

Lebih Detail Tentang Waktu Solat Dalam Kitab-kitab Fiqih

Dari isyarat dalam Al-Quran serta keterangan yang lebih jelas dari hadits-hadits nabawi, para ulama kemudian menyusun tulisan dan karya ilmiah untuk lebih jauh mendiskripsikan apa yang mereka fahami dari nash-nash itu. Maka kita dapati deskripsi yang jauh lebih jelas dalam kitab-kitab fiqih yang menjadi masterpiece para fuqoha. Di antaranya yang boleh disebutkan antara lain kitab-kitab berikut ini:

Kitab Fathul Qadir jilid 1 halaman 151-160,
Kitab Ad-Dur Al-Mukhtar jilid 1 halaman 331 s/d 343,
Kitab Al-Lubab jilid 1 halaman 59 – 62,
Kitab Al-Qawanin Al-Fiqhiyah halaman 43,
Kitab Asy-Syarhu Ash-Shaghir jilid 1 halaman 219-338,
Kitab Asy-Syarhul-Kabir jilid 1 halaman 176-181,
Kitab Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 121 – 127,
Kitab Al-Muhazzab jilid 1 halaman 51 – 54,
Kitab Kasysyaf Al-Qanna` jilid 1 halaman 289 – 298.

Di dalam kitab-kitab itu kita dapati keterangan yang jauh lebih spesifik tentang waktu-waktu solat. Kesimpulan dari semua keterangan itu adalah sebagai berikut:

1. Waktu Solat Fajr (Shubuh)

Dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari. Fajar dalam istilah bahasa arab bukanlah matahari. Sehingga ketika disebutkan terbit fajar, bukanlah terbitnya matahari. Fajar adalah cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit.

Ada dua macam fajar, yaitu fajar kazib dan fajar shadiq. Fajar kazib adalah fajar yang `bohong` sesuai dengan namanya. Maksudnya, pada saat dini hari menjelang pagi, ada cahaya agak terang yang memanjang dan mengarah ke atas di tengah di langit. Bentuknya seperti ekor Sirhan (serigala), kemudian langit menjadi gelap kembali. Itulah fajar kazib.

Sedangkan fajar yang kedua adalah fajar sadiq, yaitu fajar yang benar-benar fajar yang berupa cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit. Fajar ini menandakan masuknya waktu subuh.

Jadi ada dua kali fajar sebelum matahari terbit. Fajar yang pertama disebut dengan fajar kazib dan fajar yang kedua disebut dengan fajar sadiq. Selang beberapa saat setelah fajar sadiq, barulah terbit matahari yang menandakan habisnya waktu subuh. Maka waktu antara fajar sadiq dan terbitnya matahari itulah yang menjadi waktu untuk solat shubuh.

Di dalam hadits disebutkan tentang kedua fajar ini:

“Fajar itu ada dua macam. Pertama, fajar yang mengharamkan makan dan menghalalkan solat. Kedua, fajar yang mengharamkan solat dan menghalalkan makan..” (HR Ibnu Khuzaemah dan Al-Hakim).

Batas akhir waktu subuh adalah terbitnya matahari sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.

Dari Abdullah bin Umar ra bahawa Rasululah SAW bersabda, “Dan waktu solat subuh dari terbitnya fajar (sadiq) sampai sebelum terbitnya matahari.” (HR Muslim)

2. Waktu Solat Zhuhur

Dimulai sejak matahari tepat berada di atas kepala namun sudah mulai agak condong ke arah barat. Istilah yang sering digunakan dalam terjemahan bahasa Malaysia adalah tergelincirnya matahari. Sebagai terjemahan bebas dari kata zawalus syamsi. Namun istilah ini seringkali membingungkan kerana kalau dikatakan bahawa `matahari tegelincir`, sebahagian orang akan berkerut keningnya, “Apa yang dimaksud dengan tergelincirnya matahari?”

Zawalus-Syamsi adalah waktu di mana posisi matahari ada di atas kepala kita, namun sedikit sudah mulai bergerak ke arah barat. Jadi tidak tepat di atas kepala.

Dan waktu untuk solat zuhur ini berakhir ketika panjang bayangan suatu benda menjadi sama dengan panjang benda itu sendiri. Misalnya kita menancapkan tongkat yang tingginya 1 meter di bawah sinar matahari pada permukaan tanah yang rata. Bayangan tongkat itu semakin lama akan semakin panjang seiring dengan semakin bergeraknya matahari ke arah barat. Begitu panjang bayangannya mencapai 1 meter, maka pada saat itulah waktu Zhur berakhir dan masuklah waktu solat Ashar.

Ketika tongkat itu tidak punya bayangan baik di sebelah barat maupun sebelah timurnya, maka itu menunjukkan bahawa matahari tepat berada di tengah langit. Waktu ini disebut dengan waktu istiwa`. Pada saat itu, belum lagi masuk waktu zuhur. Begitu muncul bayangan tongkat di sebelah timur kerana posisi matahari bergerak ke arah barat, maka saat itu dikatakan zawalus-syamsi atau `matahari tergelincir`. Dan saat itulah masuk waktu zuhur.

3. Waktu Solat Asar

Waktu solat Asar dimulai tepat ketika waktu solat Zuhur sudah habis, yaitu semenjak panjang bayangan suatu benda menjadi sama panjangnya dengan panjang benda itu sendiri. Dan selesainya waktu solat Asar ketika matahari tenggelam di ufuk barat. Dalil yang menujukkan hal itu antara lain hadits berikut ini:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mendapatkan satu rakaat dari solat subuh sebelum tebit matahari, maka dia termasuk orang yang mendapatkan solat subuh. Dan orang yang mendapatkan satu rakaat solat Asar sebelum matahari terbenam, maka dia termasuk mendapatkan solat Asar.” (HR Muslim dan enam imam hadits lainnya).

Namun jumhur ulama mengatakan bahawa dimakruhkan melakukan solat Asar tatkala sinar matahari sudah mulai menguning yang menandakan sebentar lagi akan terbenam. Sebab ada hadits nabi yang menyebutkan bahawa solat di waktu itu adalah solatnya orang munafiq.

Dari Anas bin Malik ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, …”Itu adalah solatnya orang munafik yang duduk menghadap matahari hingga saat matahari berada di antara dua tanduk syaitan, dia berdiri dan membungkuk 4 kali, tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit.” (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah).

Bahkan ada hadits yang menyebutkan bahawa waktu Ashar sudah berakhir sebelum matahari terbenam, yaitu pada saat sinar matahari mulai menguning di ufuk barat sebelum terbenam.

Dari Abdullah bin Umar ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Dan waktu solat Ashar sebelum matahari menguning.”(HR Muslim)

Solat Asar adalah solat Wustha menurut sebahagian besar ulama. Dasarnya adalah hadits Aisyah ra.

Dari Aisyah ra bahawa Rasulullah SAW membaca ayat, “Peliharalah solat-solatmu dan solat Wustha.” Dan solat Wustha adalah solat Asar. (HR Abu Daud dan Tirmizy dan dishahihkannya)

Dari Ibnu Mas`ud dan Samurah ra berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Solat Wustha adalah solat Asar.” (HR Tirmizy)

Namun masalah ini memang termasuk dalam masalah yang diperselisihkan para ulama. Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar jilid 1 halaman 311 menyebutkan ada 16 pendapat yang berbeza tentang makna solat Wustha. Salah satunya adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahawa solat Wustha adalah solat asar. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahawa solat itu adalah solat subuh.

4. Waktu Solat Maghrib

Dimulai sejak terbenamnya matahari dan hal ini sudah menjadi ijma` (kesepakatan) para ulama. Yaitu sejak hilangnya semua bulatan matahari di telan bumi. Dan berakhir hingga hilangnya syafaq (mega merah). Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:

Dari Abdullah bin Amar ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Waktu Maghrib sampai hilangnya shafaq (mega).” (HR Muslim).

Syafaq menurut para ulama seperti Al-Hanabilah dan As-Syafi`iyah adalah mega yang berwarna kemerahan setelah terbenamnya matahari di ufuk barat. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahawa syafaq adalah warna keputihan yang berada di ufuk barat dan masih ada meski mega yang berwarna merah telah hilang. Dalil beliau adalah:

Dari Abi Hurairah ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Dan akhir waktu Maghrib adalah hingga langit menjadi hitam.” (HR Tirmizy)

Namun menurut kitab Nashbur Rayah bahawa hadits ini sanadnya tidak shahih.

5. Waktu Solat Isya`

Dimulai sejak berakhirnya waktu maghrib sepanjang malam hingga dini hari tatkala fajar sadiq terbit. Dasarnya adalah ketetapan dari nas yang menyebutkan bahawa setiap waktu solat itu memanjang dari berakhirnya waktu solat sebelumnya hingga masuknya waktu solat berikutnya, kecuali solat subuh.

Dari Abi Qatadah ra bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah tidur itu menjadi tafrith, namun tafrith itu bagi orang yang belum solat hingga datang waktu solat berikutnya.” (HR Muslim)

Sedangkan waktu muhktar (pilihan) untuk solat `Isya` adalah sejak masuk waktu hingga 1/3 malam atau tengah malam. Atas dasar hadits berikut ini.

Dari Abu Hurairah ra. bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya aku tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan/ menunda solat Isya` hingga 1/3 malam atau setengahnya..” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizy).

Dari anas bin Malik ra bahawa Rasulullah SAW menunda solat Isya` hingga tengah malam, kemudian barulah beliau solat.” (HR Muttafaqun Alaihi).

Dari Ibnu Umar ra. bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Waktu solat Isya` hingga tengah malam” (HR Muslim dan Nasai)

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber:http://soalsolatumum.blogspot.com

Tuesday, 4 November 2014

APA KATA ULAMA....ILLUMINATI.

Siapa dan apa Illuminati...


Syeikh Niamat adalah seorang peribadi yang mengembalikan tradisi keilmuan Islam yang bermula di hutan belantara sehingga terbentuknya kampung dan bandar yang diteroka melalui peranan ulama...

Dengarlah....kata2 berhikmah, budi pekertinya sopan, keikhlasannya menjadi ikutan, ajarannya menjadi amalan.... keluhuran budi pekerti al Marhum amat disanjung tinggi... Beliau kembali kerahmatullah tepat jam 10.20 pagi hari rabu tanggal 13 Rejab 1424 bersamaan 10 September 2003 di Hospital Alor Setar....Al Fatihah..



ARKIB